Tampilkan postingan dengan label Diaries. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diaries. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Oktober 2023

Petualangan Sherina 2 : Nostalgia Bersama

Dok. Pribadi 

Judul di atas benar-benar merangkum keseluruhan isi film. Sebagai penggemar PetSher 1, saya dimanjakan betul dengan adegan, dialog, lagu, dan latar tempat yang disuguhkan. Pengembangan karakter tokoh utama, Sherina dan Sadam, dari anak-anak yang telah tumbuh dewasa menurut saya begitu nyata dan masuk akal. Membuat plot cerita mengalir dengan nyaman.

Semakin istimewa saat pekerjaan jurnalis dipertemukan dengan manajer konservasi hewan langka. Rasa ingin tahu yang besar vs ketegasan dan kesabaran yang memicu konflik ajaib. Namun, dapat bersatu dalam langkah petualangan yang heroik.

Jumat, 21 Oktober 2022

INDONESIA MASTER SUPER 100 MALANG 2022

Doc. Pribadi

19 Oktober 2022,

Keseruan bisa kembali nonton badminton live. Kali ini bertempat di Platinum Arena, Araya, Malang. Perjalanan dari rumah sekitar 30 menit by motor.

Aku berangkat berdua dengan Mas In. Sampai sana kita langsung diarahkan sama petugas2 yang gercep dan ramah. Mulai dari parkir, pintu masuk, tiket box, sampai tribun penonton.

Minggu, 05 September 2021

KISAH VAKSINASIKU

Foto: doc.pribadi

     

    Sesuai anjuran Pak Menkes, usia tanggung dewasa (umum) bisa mulai dapat vaksin Bulan Juli. Nah, mulai banyak tuh serbuan-serbuan vaksin di daerahku. Vaksin massal dengan kuota ratusan hingga ribuan orang. Jujur, aku ngeri kalo harus ikut vaksin di tengah kerumunan begitu. Jadi ragu, aku yang awalnya semangat mau vaksin mulai pupus. Beruntung, gak lama ada info kebijakan di kotaku kalo vaksin mulai disebar di beberapa faskes terdekat. Daftarnya bisa online atau melalui RT domisili.

    Aku memilih untuk daftar di RT-ku dong. Dengan harapan aku bisa ikut vaksin di balai desa (sesuai rencana) dengan kuota 100-an orang (yeeii,,, masih aman lah). Eh, ternyata H-1 dapat pengumuman kalo vaksin ditunda (yg sebabnya sampai sekarang gak jelas). Pak RT menenangkan dengan bilang, warga yang sudah terdaftar akan dapat info jika ada vaksin susulan.

    Nunggu,,, nunggu,,, nunggu,,, lewat 2 bulan belum ada info apa-apa. Udah hopeless kayaknya gak kebagian vaksin nih. Huhu... 

Jumat, 01 Januari 2021

2021

*Bunga Tulip Kuning berarti keceriaan & persahabatan yang erat*

 

Pagi, halaman satu..

Kita tidak pernah tahu kita kuat, sebelum mendapat ujian hebat

Kita tidak pernah tahu kita mampu, sebelum bergerak bersatu padu

Kita tidak pernah tahu kita bisa, sebelum berusaha mewujudkan asa...

 

Jadi mulailah hal kecil, dari saat ini untuk membiasakan perilaku baik.

Bismillah... 😇

Jumat, 25 September 2020

MENJELANG

Pict: appliedalliance-wordpress.com

 

Menjelang usia baru. Bolehlah saya sebut "a blessing year"...

Pencapaian apa yang belum saya raih? I had been, almost all... 

Ada satu resolusi tahun ini yang belum terjadi. Tapi yakin bisa dipenuhi akhir tahun. Semoga...

Menyenangkan menyusun daftar resolusi setiap tahun. Usaha dan doa senantiasa menyelimuti perjalanan hidup. Semangat...

Masih akan meminta, namun memperbanyak syukur atas semua berkah...

Welcome to my new chapter of life. Bismillah... 🙏


Senin, 07 Oktober 2019

PERTAMA KALI NONTON BADMINTON LIVE

Doc. Pribadi

Dari awal tau kalo Indonesia Masters Super 100 bakal diadain di Malang, super excited banget. Tiketnya dibanderol cukup murah pula. Pokoknya harus nonton. Apalagi ada Fajar Rian. Pengen liat langsung ke-glowing-an Mas Jom 😍
Eh, menjelang waktunya malah maju mundur jadi nonton nggak. Bingung cari temen soalnya. 
Setelah promo ngalor ngidul, my sister in crime mau juga ikut nonton. Kita berdua bucin Mas Jom, duh...

Berhubung weekdays adikku kerja, jadinya sempet bingung nentuin mau nonton hari apa. Pilihan cuma dua, kalo nggak Sabtu ya Minggu. Nah, karena Minggu-nya ada Festival Tabebuya di desa kita, terpilihlah Sabtu buat nonton.

Stalking2 beberapa akun badminton tentang YIM 2019, diperkirakan tiket bakal sold out. Ketar-ketirlah kita. Apalagi awalnya tiket cuma dijual ots. Auto ngebayangin gimana nanti kalo udah antri panjang, eh tiket habis. Nangis kejer kayaknya 😢

Nasib baik H-1 pertandingan ada pengumuman kalo tiket juga bisa dipesen online. Yess!!
Aku senang nggak perlu antri. Hehe...
Rabu (2/10) pagi jam 6 kirim email lah aku ke PanPel YIM. Baru sorenya ada balasan ketersediaan tiket. Yeee,,,, Mas Jom we're coming 😀

Jumat, 28 September 2018

ZIAROH WALI DI JATIM DALAM SEHARI

Dok: pribadi

Rencana awal, tiga hari udah siap nih tulisan. Ternyata, mendadak marathon undangan nikah full dalam sebulan. Ada yang harus keluar kota pula...
Yaakkk,,, akhirnya baru sempat nge-post sekarang. Padahal sudah lebih dari sebulan yang lalu. Hiks...
Gak apa-apa lah ya, daripada gak sama sekali. Berarti gak nulis dong...

Minggu, 12 Agustus 2018...
Habis subuh, udah siap banget di tempat kumpul. Bis datang jam 5.30 (ontime). Ibuk-ibuk jamaah tahlil (ada bapak dan anak juga sih) sebagian besar sudah memenuhi kursi bus. Jam 6 lewat kok belum juga berangkat, eng...ing...eng... ternyata ada dua orang yang belum datang. Ditelpon gak diangkat, yang mengharuskan salah satu orang menjemput ke rumahnya. Dan,,, ajaibnya mereka (pelaku telat) baru bangun sodara-sodara. Ngapain coba? katanya semalem mereka baru pulang mancing jam 2 dini hari. Hmm,,,

Setelah grundelan (maapkan kalo nanti banyak bahasa aneh, pengen nulis santai aja soalnya...) jamaah reda dan konsumsi pagi dibagikan, akhirnya berangkat juga deh. Yippie...

Berhubung bawa rombongan ibu-ibu (sebagian udah sepuh, tapi semangatnya,,, MasyaAlloh...), mampir ke tolilet di rest area adalah sebuah keharusan. Di pemberhentian pertama, segeralah bertaburan kerudung orange (seragam, biar gak tersesat) di beberapa toilet yang tersedia. Kebanyakan mereka bayar duluan di depan (ada orang yang jaga), baru masuk. Tapi, saya masuk dulu. Eh, la kok ndilalah di dalam ada tulisan toilet gratis. Ya sudah ibuk-ibuk diikhlaskan saja ya... Hehe...

1. Sunan Ampel (Surabaya)
Jam 8.30 sampai di tujuan pertama. Kalau naik bus, kita turun di tempat parkir bus lalu lanjut jalan kaki ke makam. Jadi, pastikan untuk ingat nama bus/ ciri-cirinya dan memotret nopol bus biar gak bingung cari diantara ratusan bus yang ada disana. Soalnya kadang busnya suka dipindah-pindahin, repot yaa,,,,
Jaraknya kurang lebih 1 km jalan kaki. Tapi tenang, begitu masuk gang kampung, kanan kiri bakal disuguhi sama macam-macam dagangan (yang pasti disukai ibuk-ibuk. Haha...) jadi gak bakal terasa capeknya.
Nah, begitu sampai komplek makam, kita akan disambut masjid besar di depannya. Makam Sunan Ampel letaknya terbuka seperti pemakaman umum. Saya gak akan menjelaskan sejarahnya (bisa baca sendiri di Google) yaa...
Serombongan memilih tempat yang agak lowong untuk tahlil dan berdoa (Doanya tetep ke Alloh ya, jangan salah!!!)

Tips: 
Karena ini kali kedua saya kesini, saya sudah siap kantong kresek untuk wadah sandal. Tiap masuk komplek makam, alas kaki memang dilepas. Biar terjaga kebersihannya. Udah gitu biar kita gak bingung cari-cari diantara ribuan sandal yang ada.

Sabtu, 04 Agustus 2018

ANOMALI RASA

Pict: rd.com
Dingin ini terasa menusuk. Sejak fajar suhu stabil di angka 13 derajat. Bagiku yang tinggal di daerah tropis, kekebalan tubuhku diuji. Embun tampak lekat di jendela yang terbuka sedikit. Perlahan, lintasan kenangan menghampiri pikiranku.

Tepat 10 hari sejak kabar itu kudengar. Sejenak tak percaya, lalu hening. Namun, sedetik kemudian aku tertawa ikut larut dalam kabar bahagia. Sejujurnya hanya aku dan Tuhan yang tahu rasa dalam hati...

Aku ikut berkabar pada yang lain. Bahagia terpancar pada wajah putihnya. Aku masuk kamarku. Tanganku perlahan menulis dalam diari berwarna hitam kesayangan.

Tak kuasa tetes airmata mengalir. Makin deras di balik bantal. Aku kuat...aku kuat...aku kuat...

Ah, rasa. Kau begitu sempurna membolak-balikkan hati. Rasa sakit yang seketika menghancur-lebur. Tiba-tiba kembali dengan rasa semangat karena harapan terpetik. Terlintas begitu saja.

Aku mencoba mencari. Mencoba dalam radius zonasimu. Mencoba memahami dan beradaptasi. Keyakinan dan bimbang menyeruak. Akankah terwujud bahagia? Rasa itu...

Sabtu, 19 Mei 2018

LIBURAN SINGKAT KE AGROWISATA BHAKTI ALAM PASURUAN

Foto: bhaktialam.com

Minggu, 06 Mei 2018

Rencana awal, kami sekeluarga akan berlibur ke pantai bersama teman-teman bapak, tetapi dibatalkan karena satu hal. Karena sudah siap, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Agrowisata Bhakti Alam Pasuruan.

Karena mendadak, akhirnya kami hanya pergi bersembilan (saya, bapak, mama, Tika, Aldha, emak, mba Jur, Farah, dan Fahri). Berbekal google map, berangkatlah kami. Kami bahkan harus mampir membungkus makanan di warung karena tidak menyiapkan bekal.

Jumat, 22 Desember 2017

CAHAYA ITU BERNAMA IBUK




Ibu,,,ibu,,,ibu,,,

Benarlah sabda Nabi Muhammad, siapakah orang pertama yang harus kami hormati? Ibumu…ibumu…ibumu…

Terlahir dengan nama Sri Marini, hingga akhir hayat ibuk lebih dikenal dengan sapaan Bu Madji (istri Pak Soemadji). Sosok yang lincah, baik hati, tulus, cerewet, sabar serta perhatian. Tak hanya pada kami, anak, cucu, dan cicit, kasih ibuk juga tercurah pada tetangga, rekan, dan saudara. Bahkan dengan orang baru, ibuk selalu bertanya “Itu siapa? Anaknya siapa? Rumahnya dimana?” Pertanyaan sepele mungkin, namun bukankah itu awal dari perhatian yang tulus?

Rabu, 29 November 2017

REVIEW: SARLITA DENTAL CARE MALANG

Dok. Pribadi

Mumpung masih dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (12 September-29 November 2017), lah, udah hari terakhir dong, haha,, kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman seputar pergigian (istilah apa ini?)

Sebenarnya, saya bukan orang yang saklek harus periksa gigi pas BKGN. Cuma, karena merasa gigi udah mulai nggak nyaman buat makan, ya sudah lah....

Berhubung kalau di dokter gigi langganan harus antri 3 bulan, yang berarti baru dapat giliran tahun depan (beuh,, keburu kurus gara-gara nggak enak makan, hihi,,), akhirnya saya browsing-browsing alternatif lain.

Sempat tanya saudara kanan kiri (jatuhnya malah bingung, haha,,,), akhirnya saya memilih ke Sarlita Dental Care (SDC) setelah melihat beberapa review-nya di google

Nah, bagusnya SDC buka  jam 9.00-12.00 dan 18.00-21.00, jadi bisa berangkat pagi. Musim hujan gini siang sampe malem pasti hujan nggak berhenti.

Sampai sana saya nunggu karena belum buka (terlalu bersemangat, jadi kepagian, haha,,). Sekitar 7 menit, akhirnya si mas asisten datang dan buka klinik.

Tempatnya nyaman. Ada ruang tunggu luar dan dalam yang dilengkapi majalah dan televisi. Disediakan juga sandal ruangan yang bersih.

Karena baru pertama kali kesana, saya mengisi form biodata diri. Terus saya sampaikan keluhan saya ke mas asisten dan perawatan apa yang bakal saya ambil. Setelah itu baru masuk ke ruang tindakan.

Begitu masuk, saya disambut drg. Mila. Saya ceritakan keluhan gigi  yang ngilu kalau dibuat makan. Setelah difoto, ternyata ada lubang yang harus ditambal. Okelah...

Proses tambalnya juga nggak butuh waktu lama dan nggak sakit (pakai laser). Mumpung masih sepi, saya akhirnya lanjut scaling (pembersihan karang gigi). Proses selesai kurang dari 30 menit. Gigi langsung berasa bersih dan nyaman.

Kata dokter, gigi saya termasuk kuat dan sehat (yaiyalah,, dari kecil diseret-seret sama bapak wajib perawatan gigi. haha....), jadinya dokter cuma ngasih beberapa saran untuk merawat gigi yang baik dan benar.

Pas bayar, ternyata harganya cukup terjangkau. 100 ribu untuk tambal dan scaling 200 ribu. Jadi total 300 ribu. Wuah,,, leganya....

Notes: Jangan takut ke dokter gigi, gara-gara suara alatnya yang ngiiing...ngiiing (kayak bor) itu. Haha.... :D Soalnya sekarang alatnya udah canggih banget (bisa meminimalkan rasa sakit). Salam gigi sehat dan senyum ceria :)

Selasa, 31 Januari 2017

4 HARI 7 KOTA 3 PROVINSI



      Minggu lalu saya melakukan sebuah perjalanan. Bolehlah disebut traveling ala-ala. Sendirian? Impossible lah. Bisa digethok bapak kalau anak ceweknya ini berani pergi jauh sendirian. Sebenarnya saya cuma ikut serta keluarga bapak mengunjungi saudara di Karawang. Awalnya saya tidak berpikir untuk ikut, bahkan menolak saat ditawari. Tapi, H-1 ilham itu muncul. Saya memutuskan untuk bergabung. Beruntung masih ada kursi kosong.

       Anggaplah ini liburan awal tahun saya. Anti mainstream banget kan? Disaat orang lain sudah masuk kerja, saya justru liburan. Cihuuyyy...

Kamis, 22 Desember 2016

Untuk Mama



Kamis, 22 Desember 2016



Untuk Mama,

Mama, tidak mudah merangkai kata untuk kupersembahkan padamu. Hingga kini menulis sesuatu untuk dan tentangmu menjadi hal yang musykil untukku. Bukan karena aku tak sayang, tak cinta, atau tak perhatian padamu. Tetapi, karena bagiku tak ada kata-kata yang mampu mewakili, untuk menggambarkan betapa indahnya dirimu. Betapa agungnya dirimu. Betapa menakjubkannya dirimu. Sungguh, tak ada sepatah kata pun.



Mama, pelukan hangatmu pada tubuh mungilku dulu mungkin tak kuingat. Namun, beruntung aku masih merasakan rentang tanganmu memelukku kini. Saat aku tertidur, mama masih sering mengelus ubun-ubunku, lalu mengecupnya sepenuh hati. Aku belum tidur, ma, aku merasakan aliran hangat tulus itu.

Mama, teman “debat”-ku yang paling seru. Tak pernah se-zarrah pun aku ragu pada cintamu padaku. Mama selalu menjagaku. Terlebih saat tubuh ini ringkih. Engkau selalu yang pertama merawatnya. Meskipun telinga sombongku ini acapkali lalai dan melanggar perintahmu, mama senantiasa sabar. Kesabaran tiada batas, hanya mama seorang yang memiliki. 

Mama, langkah-langkah terangku ini aku yakini karena engkau yang selalu menyinarinya. Seterang matahari menunaikan titah Alloh Azza Wa Jalla, tak pernah lelah barang sehari pun. Terima kasih untuk “omelan-omelan”-mu. Aku bersyukur masih selalu menjadi perhatianmu. Bukankah saat mama marah berarti sayang? Mama ingin yang terbaik untukku. Selalu.

Mama, maafkan aku yang mungkin belum bisa membahagiakanmu. Entah harus dengan apa kubalas segenap kasih sayangmu. Aku tahu, waktu akan segera berlalu. Terbatas pada takdir Alloh. Namun, satu yang bisa aku lakukan yaitu menyebut-nyebut namamu dalam setiap doaku pada Yang Maha. Kurayu Sang Pemilik Cinta, agar senantiasa melimpahkan karuni-Nya padamu. Memasukkan mama ke dalam golongan orang-orang beriman, yang kelak menikmati surga terindah. Karena mama seorang ibu...

Mama, sosok paling berarti dalam hidupku. Mama selalu siap menarik ulurku seperti layang-layang. Membimbingku untuk bermimpi, terbang tinggi meraih cita. Namun, mama juga bersiap menarikku saat aku mulai limbung, hampir terbawa arus angin. Tak akan pernah membiarkan aku jatuh. Sigap sedia.

 

Mama, jika nanti telah kau lepaskanku menuju masa depanku. Tak akan terhitung rinduku pada dirimu. Namun, aku tahu cintamu selalu menjagaku. Kemana pun kelak kaki ini melangkah. Mama telah terpatri dalam jiwaku...

Selamat hari ibu, mama tersayang “the world mama”

Sabtu, 06 Agustus 2016

TENTANG SEBUAH NAMA

Ditalia Ike Mufrida (28 September 1989-06 Agustus 2016)

Dita. Begitu dia biasa disapa.
Kami berkenalan pertama kali tahun 2010, sewaktu ada proyek penulisan buku dan pembentukan Journalistic Club (JC). Sebelumnya saya telah beberapa kali mendengar kiprah dan prestasinya di dunia jurnalistik. Pembawaannya yang kalem, rendah hati, dan ramah membuat kami cepat akrab.

Kami sering bercerita panjang lebar mengenai topik apapun. Tak cukup bicara langsung, acapkali kami menyambungnya lewat sms dan chatting fb. Dia telah menjadi kakak buat saya. Pemberi semangat dan inspirasi.

Saya ingat betul, saat mengajukan namanya untuk rubrik Sketsa Bestari, semua redpel dan teman-teman langsung menyetujuinya. Ketua JC, editor media nasional, penulis buku dan blogger aktif, namun IPK terjaga di atas 3,5. Bahkan sempat 4,0. Siapa pula yang akan menolak profil secemerlang itu.

Kesempatan menguak profilnya lah yang pada akhirnya membuat saya menjadi tahu banyak mengenai dia. Dia yang pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Australia saat SMP, tak sungkan membagi perjalanan hidupnya. Dia cerita bahwa ternyata tak mudah hidup di negeri orang, sendiri, di usia yang baru menginjak ABG pula. Kebingungan mencari arah kiblat, sampai harus rela hanya menyantap salad selama 2 bulan.
"Berat badan sampai turun lima kilo," ingatnya sambil tertawa.

Berkecimpung di dunia jurnalistik, bukanlah impiannya. Sejak kecil dia bercita-cita menjadi dokter umum. Melalui jalur PMDK, dia justru diterima di kedokteran gigi. Merasa bukan passion-nya, setelah satu tahun dia memutuskan keluar dan mengambil kuliah Ilmu Komunikasi di UMM. Saya selalu ingat bahwa dia masih menyimpan satu cita-cita, yaitu menjadi wartawan VOA.

Namun, siapa sangka, justru jurnalistik lah yang membuka jalan bagi masa depannya. Berawal dari wartawan Jawa Pos selama 6 tahun, dia lalu menjadi editor sebuah media online. Saya terkesima saat dia bercerita pernah suatu kali pulang larut, dan harus rela memanjat pagar rumahnya. Juga pengalamannya saat diusir paspampres gara-gara tidak memakai baju batik di konpers lumpur lapindo oleh Presiden SBY.

Tahun 2014, melalui tulisannya di blog yang bercerita tentang sakitnya. Saya menjadi terlecut kembali untuk menulis. Sekecil dan sesederhana apapun itu. Karena hanya karya yang bisa kita tinggalkan saat kita kembali pada-Nya. Selain perbuatan baik yang akan selalu dikenang.

Mba Dita, terimakasih atas semua pengalaman berhargamu. Terimakasih sudah membagi ilmu. Terimakasih selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan (sabar, kekuatan, dan semangat luar biasa). Walaupun terkadang kita saling mengolok-olok. Terimakasih masih selalu menyempatkan diri di sela-sela kesibukanmu menjadi konselor BNN. Menjadi pendengar setia dan pemberi nasihat luar biasa.

Sekarang mba Dita sudah tidak akan merasa sakit lagi. Hidup mba Dita sudah sempurna dan sangat baik. Semua sayang mba Dita. Kami ikhlas...

Jika aku mati, tak usah ada air mata
yang membasahi. Tak usah bersedih. Bukankah memang hidup ini selalu diciptakan
dalam dua sisi yang saling melengkapi?... (diambil dari "Pesan Kematian" - Coretan Ditalia Hikaru, 14 Mei 2014)

Rabu, 30 Maret 2016

HAPPY BIRTHDAY, MY SISTER IN CRIME..


Aha, akhirnya kamu mendapat kesempatan istimewa jadi objek tulisanku kali ini dan mendapat hak nampang di blogku. Disebut edisi khusus kalau yang ada di koran atau majalah. Huehehe,,,
 
Hari ini tepat 23 tahun yang lalu kamu dilahirkan ke dunia. Seorang bayi mungil, putih bersih, yang membawa kebahagiaan untuk semua (kata Mas In sebagai baby sitter kamu). Memang aku gak inget secara aku masih dalam masa toddler (2,5 tahun). Tapi, kini aku tahu bahwa kehadiranmu telah mewarnai perjalanan hidupku. Aku gak bisa bayangin bagaimana hidupku diantara para big brothers yang mengelilingiku. Terima kasih karena kamu terlahir cewek.

Senin, 15 Februari 2016

STOP CUEK!! PERHATIKAN KELUARGAMU!!

Agak ngeri bikin judul dengan dobel tanda seru gitu. Tapi ya memang harus. Karena saya menganggap itu sebagai peringatan, khususnya diri sendiri. Tenang, saya nggak akan sok menasehati (emang saya siapa??). Hanya ingin berbagi kisah.

milworms.blogspot.com


Kemarin, saya hadir dalam arisan keluarga bapak. Jujur, saya memang jarang ikut dalam acara-acara begitu. Bukan apa-apa, saya cuma agak malas harus capek menempuh perjalanan jauh ke luar kota. Nah, kebetulan kemarin arisan yang dijadwal 2 kali setahun itu bertempat di rumah saudara di Malang. Jadilah saya bergabung.

Sebenarnya bertemu dengan keluarga itu selalu menyenangkan. Apalagi yang sudah lama tak berjumpa. Kita bisa saling bernostalgia. Saling memuji setinggi langit hingga ejek-ejekan menjadi hal yang tak terelakkan (baca: bercanda). Family is not the first, it is everything.

Jumat, 22 Januari 2016

SIKLUS RASA



“Bagaimana selama ini aku selalu menyimpannya dgn baik beralaskan harap, terbungkus mimpi ceria, dan kerinduan. Gak berani mengungkapkan semua, hanya karena atas nama wanita”
 
Mendadak baper dengan quote-nya Rianti di film 5 cm. Betapa memang gak mudah mengungkapkan rasa bagi seorang perempuan. Terbungkus rapi dibalik sebuah harga diri dan kehormatan. Bukan hal mudah untuk kagum pada seseorang. Begitu udah impressed, bisa jatuh sejatuh-jatuhnya. Terseok-seok mendaki kembali ke awal. 


Rasa. Rasa di hati. Tumbuh. Berkembang. Bercabang. Mengakar kuat. Berbunga. Berguguran. Siklus rasa.



Selasa, 01 Desember 2015

HUJAN AWAL DESEMBER




Hujan,
Apa kabarmu? Rinai yang selalu kurindukan dan membawa sejuta kenangan. Inikah masanya engkau menyapa? Sudah tenang dan nyamankah engkau membasahi bumi yang kering berbulan lalu? Terima kasih masih sudi datang menyelamatkan hidup makhluk-makhluk yang penuh dosa ini.

Hujan,
Tahukah engkau, riangnya hatiku saat mencium bau tanah yang terkena siramanmu? Segar, basah, dan menghapus butiran-butiran debu itu. Terima kasih masih mengijinkan aku memandangimu dari balik jendela kamarku.

Senin, 16 November 2015

MENIKMATI ALAM DENGAN LARI PAGI

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang keranjingan olahraga. Tapi, saya usahakan minimal seminggu sekali olahraga di luar rumah. Bisa lari, bersepeda, berenang, ataupun jalan kaki keliling desa. Nah, poin terakhir itulah yang paling sering saya lakukan. Tiap hari libur, saya ditemani adik kecil saya menikmati udara segar di area persawahan.

Minggu kemarin, agak istimewa dengan hadirnya keponakan-keponakan yang menginap di rumah. Mereka begitu bersemangat saat saya ajak jalan-jalan pagi. Ditemani mama untuk menjaga adik-adik kecil, berangkatlah kami. Kami menyusuri gang-gang kecil yang padat rumah penduduk, hingga kami tiba di area persawahan. Saya termasuk beruntung, karena tinggal di lingkungan yang masih cukup hijau. Masih mudah menemukan sawah, aliran sungai, semak-semak kecil, kebun-kebun buah, hingga pemandangan gunung-gunung di sekeliling.

Sepanjang jalan, kami bertukar sapa dengan warga sekitar yang juga sedang berolahraga, maupun yang akan berangkat ke sawah. Memasuki musim hujan seperti saat ini, tanaman di sawah semakin beraneka ragam. Tak hanya padi, kami juga menemukan jagung, talas, bawang merah, cabai, bahkan bunga matahari. Kebun-kebun kecil milik warga juga dipenuhi bermacam pohon buah-buahan. Ada mangga, pepaya, dan juga nangka.

Kami berhenti cukup lama disana, menikmati suasana pagi yang indah dengan ramainya kicauan burung, dan ademnya gemericik aliran air sawah. Tentu saja tak lepas dari menjawab berbagai pertanyaan dari adik-adik kecil yang jarang melihat suasana pagi itu.

Jadi, tak ada salahnya meluangkan waktu di hari libur untuk kembali ke alam yang segar, hijau, dan menyenangkan. Merefresh pikiran dan membangkitkan semangat. Selamat pagi!!

Selasa, 27 Oktober 2015

SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL

Foto: dhewieyess.blogspot.com

Eng,,ing,,eng,, ternyata hari ini, 27 Oktober 2015 hari blogger nasional. Sebenarnya apa sih fungsi blogger? Buat nulis, mencurahkan pikiran dan ide-ide kreatif, berkarya, atau mencari uang? Pasti ada salah satu alasan yang melatarbelakangi para blogger untuk mulai ngeblog. Kalau saya sih, berawal dari keterpaksaan. Nah lo??

Pertengahan 2008, saya mendapat tugas kuliah untuk membuat, mengisi, dan menghias blog. Duh, apa lagi ini? (dalam pikiran saya). Blog saja baru saya tahu dari materi kuliah. Eh, si dosen dengan percaya diri langsung ngasih tugas dan bakal jadi nilai akhir semester. Mampus, deh...

Akhirnya, mau gak mau saya kerjakan tugas itu. Mengikuti banyak petunjuk yang ada di buku, internet, dan tanya-tanya para suhu blogger. Sebenarnya mudah banget kok bikin blog, cuma buat yang agak gaptek macam saya, ya jadinya asal-asalan. Begitu blog saya jadi, saya ambil tema tentang film. Saya isi mengenai pengertian film, cara membuat film indie, sinopsis film, dan lainnya. Tampilan blog saya juga sangat sederhana dan dasar bagi pemula. Ketahuan banget kalau niatnya memang cuma asal jadi dan memenuhi tugas.