Senin, 07 Oktober 2019

PERTAMA KALI NONTON BADMINTON LIVE

Doc. Pribadi

Dari awal tau kalo Indonesia Masters Super 100 bakal diadain di Malang, super excited banget. Tiketnya dibanderol cukup murah pula. Pokoknya harus nonton. Apalagi ada Fajar Rian. Pengen liat langsung ke-glowing-an Mas Jom 😍
Eh, menjelang waktunya malah maju mundur jadi nonton nggak. Bingung cari temen soalnya. 
Setelah promo ngalor ngidul, my sister in crime mau juga ikut nonton. Kita berdua bucin Mas Jom, duh...

Berhubung weekdays adikku kerja, jadinya sempet bingung nentuin mau nonton hari apa. Pilihan cuma dua, kalo nggak Sabtu ya Minggu. Nah, karena Minggu-nya ada Festival Tabebuya di desa kita, terpilihlah Sabtu buat nonton.

Stalking2 beberapa akun badminton tentang YIM 2019, diperkirakan tiket bakal sold out. Ketar-ketirlah kita. Apalagi awalnya tiket cuma dijual ots. Auto ngebayangin gimana nanti kalo udah antri panjang, eh tiket habis. Nangis kejer kayaknya 😢

Nasib baik H-1 pertandingan ada pengumuman kalo tiket juga bisa dipesen online. Yess!!
Aku senang nggak perlu antri. Hehe...
Rabu (2/10) pagi jam 6 kirim email lah aku ke PanPel YIM. Baru sorenya ada balasan ketersediaan tiket. Yeee,,,, Mas Jom we're coming 😀

Kamis, 20 Juni 2019

ZONASI vs SKY CASTLE


Alhamdulillah,,, bisa balik nulis lagi (ngetik kali...hehe...) setelah hiatus cukup lama. Hampir 9 bulan gak ngeblog, cuma ngecek viewer aja. Wkwk...

Nah, kali ini gatel juga nih jemari buat menuangkan pikiran soal permasalahan PPDB sistem zonasi.
Setelah bertukar pikiran dengan seorang guru muda, guru senior, beberapa wali murid, calon siswa baru, dan calon "korban" zonasi 2 tahun lagi (si bungsu & si niece) akhirnya bisalah dapat sebuah ide tulisan...

Sebenarnya sistem zonasi sudah ada sejak saya lulus SD tahun 2002. Waktu itu, saya gak bisa sekolah di SMP Negeri tempat kakak-kakak saya karena terhitung beda kota. Saya berdomisili di Kota Batu pinggiran, daerah perbatasan dengan Kab. Malang. Padahal jarak rumah lebih dekat dengan SMP Negeri di kabupaten itu. Akhirnya saya masuk SMP Negeri di Kota Batu yang masih satu kecamatan, dengan tambahan poin... 😇

Jumat, 28 September 2018

ZIAROH WALI DI JATIM DALAM SEHARI

Dok: pribadi

Rencana awal, tiga hari udah siap nih tulisan. Ternyata, mendadak marathon undangan nikah full dalam sebulan. Ada yang harus keluar kota pula...
Yaakkk,,, akhirnya baru sempat nge-post sekarang. Padahal sudah lebih dari sebulan yang lalu. Hiks...
Gak apa-apa lah ya, daripada gak sama sekali. Berarti gak nulis dong...

Minggu, 12 Agustus 2018...
Habis subuh, udah siap banget di tempat kumpul. Bis datang jam 5.30 (ontime). Ibuk-ibuk jamaah tahlil (ada bapak dan anak juga sih) sebagian besar sudah memenuhi kursi bus. Jam 6 lewat kok belum juga berangkat, eng...ing...eng... ternyata ada dua orang yang belum datang. Ditelpon gak diangkat, yang mengharuskan salah satu orang menjemput ke rumahnya. Dan,,, ajaibnya mereka (pelaku telat) baru bangun sodara-sodara. Ngapain coba? katanya semalem mereka baru pulang mancing jam 2 dini hari. Hmm,,,

Setelah grundelan (maapkan kalo nanti banyak bahasa aneh, pengen nulis santai aja soalnya...) jamaah reda dan konsumsi pagi dibagikan, akhirnya berangkat juga deh. Yippie...

Berhubung bawa rombongan ibu-ibu (sebagian udah sepuh, tapi semangatnya,,, MasyaAlloh...), mampir ke tolilet di rest area adalah sebuah keharusan. Di pemberhentian pertama, segeralah bertaburan kerudung orange (seragam, biar gak tersesat) di beberapa toilet yang tersedia. Kebanyakan mereka bayar duluan di depan (ada orang yang jaga), baru masuk. Tapi, saya masuk dulu. Eh, la kok ndilalah di dalam ada tulisan toilet gratis. Ya sudah ibuk-ibuk diikhlaskan saja ya... Hehe...

1. Sunan Ampel (Surabaya)
Jam 8.30 sampai di tujuan pertama. Kalau naik bus, kita turun di tempat parkir bus lalu lanjut jalan kaki ke makam. Jadi, pastikan untuk ingat nama bus/ ciri-cirinya dan memotret nopol bus biar gak bingung cari diantara ratusan bus yang ada disana. Soalnya kadang busnya suka dipindah-pindahin, repot yaa,,,,
Jaraknya kurang lebih 1 km jalan kaki. Tapi tenang, begitu masuk gang kampung, kanan kiri bakal disuguhi sama macam-macam dagangan (yang pasti disukai ibuk-ibuk. Haha...) jadi gak bakal terasa capeknya.
Nah, begitu sampai komplek makam, kita akan disambut masjid besar di depannya. Makam Sunan Ampel letaknya terbuka seperti pemakaman umum. Saya gak akan menjelaskan sejarahnya (bisa baca sendiri di Google) yaa...
Serombongan memilih tempat yang agak lowong untuk tahlil dan berdoa (Doanya tetep ke Alloh ya, jangan salah!!!)

Tips: 
Karena ini kali kedua saya kesini, saya sudah siap kantong kresek untuk wadah sandal. Tiap masuk komplek makam, alas kaki memang dilepas. Biar terjaga kebersihannya. Udah gitu biar kita gak bingung cari-cari diantara ribuan sandal yang ada.

Sabtu, 04 Agustus 2018

ANOMALI RASA

Pict: rd.com
Dingin ini terasa menusuk. Sejak fajar suhu stabil di angka 13 derajat. Bagiku yang tinggal di daerah tropis, kekebalan tubuhku diuji. Embun tampak lekat di jendela yang terbuka sedikit. Perlahan, lintasan kenangan menghampiri pikiranku.

Tepat 10 hari sejak kabar itu kudengar. Sejenak tak percaya, lalu hening. Namun, sedetik kemudian aku tertawa ikut larut dalam kabar bahagia. Sejujurnya hanya aku dan Tuhan yang tahu rasa dalam hati...

Aku ikut berkabar pada yang lain. Bahagia terpancar pada wajah putihnya. Aku masuk kamarku. Tanganku perlahan menulis dalam diari berwarna hitam kesayangan.

Tak kuasa tetes airmata mengalir. Makin deras di balik bantal. Aku kuat...aku kuat...aku kuat...

Ah, rasa. Kau begitu sempurna membolak-balikkan hati. Rasa sakit yang seketika menghancur-lebur. Tiba-tiba kembali dengan rasa semangat karena harapan terpetik. Terlintas begitu saja.

Aku mencoba mencari. Mencoba dalam radius zonasimu. Mencoba memahami dan beradaptasi. Keyakinan dan bimbang menyeruak. Akankah terwujud bahagia? Rasa itu...

Sabtu, 19 Mei 2018

LIBURAN SINGKAT KE AGROWISATA BHAKTI ALAM PASURUAN

Foto: bhaktialam.com

Minggu, 06 Mei 2018

Rencana awal, kami sekeluarga akan berlibur ke pantai bersama teman-teman bapak, tetapi dibatalkan karena satu hal. Karena sudah siap, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Agrowisata Bhakti Alam Pasuruan.

Karena mendadak, akhirnya kami hanya pergi bersembilan (saya, bapak, mama, Tika, Aldha, emak, mba Jur, Farah, dan Fahri). Berbekal google map, berangkatlah kami. Kami bahkan harus mampir membungkus makanan di warung karena tidak menyiapkan bekal.